Karenaanak-anak belajar (baca:bermain) di dalam dan di luar ruangan, maka cara menata lingkungan belajar PAUD dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (outdoor). Penjelasan masing-masing cara penataan lingkungan belajar anak dapat dilihat melalui tombol berikut ini:
Prasaranaindoor dan outdoor dan mengetahui kemampuan apa yang bisa dikembangkan dengan Sarana Prasarana indoor dan outdoor. Penelitian ini menggunakan metode Triangulasi, memadukan Wawancara, dokumen dan Observasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada Sarana Prasarana Indoor dan Outdoor yang cukup lengkap.
Setiapdenah sekolah yang dibuat memiliki sentra area yang diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran anak usia dini nantinya. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Pengertian lingkungan belajar indoor 1.2.2 Prinsip penataan lingkungan belajar indoor 1.2.3 Model penataan ruangan indoor berdasarkan usia 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Menjelaskan pengertian
Dalammakalah ini berisi bahasan mengenai, pengertian tentang pengelolaan lingkungan belajar outdoor, tujuan, prinsip penataan area bermain, desain lingkungan belajar estetis, spesifikasi, dan jenis permainan dan perlengkapan aktivitas pembelajaran
E Spesipikasi lingkungan belajar di luar kelas. Spesipikasi untuk arena bermain outdoor harus cukup fleksibel dalam memenuhi kebutuhan dan persyaratan minimal serta di harapkan memamsukkan pertimbangan pertimbangan seperti lokasi, ukuran, pagar, tanah lapang, permukaan dan naungan atau atap.
8Gambar 1.1 Denah Pengelolaan Lingkungan Belajar Otdoor dan Indoor 1) Identifikasi denah a) Aula b) Kantin c) Area Seni d) Area Tumbuhan e) Area Hewan f) Area Bermain Outdoor g) Area Pasir dan Air h) Ruang Tunggu Orang Tua Outdoor i) Ruang Kepala Sekolah j) Toilet Dewasa dan Toilet Anak k) Musola l) Ruang UKS m) Ruang Isolasi n) Ruang Kelas A o) Ruang Kelas A p) Ruang Serbaguna q) Gudang r) Ruang Perpustakaan s) Ruang computer t) Area Sains u) Area Matematika v) Ruang Kelas PLAYGROUP w
Penelitianini menguji kebiasaan bermain indoor dan outdoor dari 20 anak-anak dan keluarga mereka. Penyediaan lingkungan outdoor sebagai salah satu sarana untuk pembelajaran anak dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang natural untuk anak dan memungkinkan anak untuk mengeksplorasi inderanya, badannya dan berbuat sesuatu yang memang
JKKr0. Mendidik anak itu tidak harus selalu di tempat-tempat resmi seperti sekolah atau kursus. Bahkan, saat bermain pun si kecil dapat belajar banyak. Biarkanlah anak untuk explore berbagai hal sebanyak-banyaknya, karena inilah salah satu cara ia belajar. Peran orangtua di sini tentu sangat penting, yaitu mendampingi mereka untuk berkembang. Jenis permainan untuk anak itu ada banyak, tergantung dari usia dan tujuannya. Untuk usia balita, kamu bisa memilih permainan yang lebih sederhana seperti menggambar dengan krayon di atas kertas atau menyusun menara balok. Aktivitas-aktivitas ini dapat mengembangkan kemampuan motoriknya. Jika anak sudah mulai besar, kamu bisa memberikannya mobil-mobilan diecast untuk mengasah kreativitas. Jangan lupa untuk perhatikan minat dan bakat anak, lalu sesuaikan permainan yang cocok untuknya. Mengenali minat dan bakat sejak dini akan membuatmu berkesempatan untuk mengembangkan potensinya lebih jauh lagi. Permainan indoor seperti contoh di atas memang tak memerlukan aktivitas fisik, tapi bermanfaat untuk mengasah motorik halus dan pengembangan kreativitas. Beberapa permainan indoor juga dapat melatih kemampuan seni, sains, dan juga berpikir dengan cara yang tidak membosankan. Permainan indoor lain yang edukatif antara lain melipat kertas atau berhitung dengan kelereng. Selain permainan indoor, tentu saja ada juga permainan outdoor yang dapat melatih kekuatan fisik anak. Jangan biarkan anak terus-terusan berada di dalam rumah, karena ia juga perlu untuk menjelajah dan melihat dunia luar. Beberapa permainan outdoor yang cocok untuk anak biasanya bersangkutan dengan olahraga, mulai dari bermain bola atau bersepeda. Baik permainan indoor maupun outdoor, keduanya punya manfaat yang sangat baik untuk anak. Seimbangkanlah keduanya agar anak dapat mengasah kemampuan fisik dan mentalnya secara maksimal. Kebanyakan orangtua enggan membiarkan anaknya bermain ke luar, dengan alasan takut anak terjatuh lalu terluka dan bajunya kotor. Tenang aja, anak terluka bisa kamu obati, dan luka ini akan mengajarkannya rasa sakit dan perlunya berhati-hati. Sementara baju kotor tinggal kamu cuci saja! Jangan khawatir jika kamu ingin sesekali bolos mencuci baju anak dan anggota keluarga yang lain. Tidak perlu merasa bersalah, karena kamu bisa menyerahkannya pada GO-LAUNDRY. Kamu tinggal duduk manis dan TerimaBeres. Sudah cobain layanan GO-LAUNDRY dari GO-LIFE ini? Kalau belum, klik aja tombol di bawah ini untuk langsung mencoba!
Merancang tempat bermain atau area bermain outdoor penting untuk Anda buat demi mendukung fase pertumbuhan buah hati Anda. Bermain merupakan salah satu cara untuk melatih kecerdasan sekaligus perkembangan motoriknya. Oleh sebab itu, membangun tempat bermain playground di samping rumah memang sangat dianjurkan. Karena disanalah anak-anak dapat bermain tanpa perlu khawatir akan keamanan dan keselamatannya. Area Bermain Outdoor yang Ideal di Samping Rumah Minimalis Mungkin, tak banyak rumah-rumah yang memiliki taman bermain anak di sekitar rumah mereka. Padahal, anak-anak pada usia tertentu sangat dianjurkan untuk bermain dan beraktivitas di luar ruangan. Dengan demikian, hal-ini dapat merangsang pertumbuhan dan memungkinkan mereka bersosialisasi dengan teman-teman. area bermain yang cocok untuk anak usia balita – Selain itu, bermain di luar ruangan memungkinkan anak-anak untuk lebih dekat dengan alam sekitar. Maka dari itu, keberadaan taman bermain anak merupakan hal yang penting untuk dibangun di samping rumah minimalis Anda. Dengan memiliki taman bermain di rumah juga memberikan manfaat tersendiri. Contohnya, Anda tak perlu membawa anak Anda ke pusat perbelanjaan atau taman hiburan setiap kali anak Anda ingin beraktivitas di luar ruangan. Rancangan Area Bermain Outdoor Anda bisa melihat artikel kami tentang contoh gambar desain taman bermain sebelum melanjutkan artikel ini. Bila Anda berencana ingin mendirikan area bermain outdoor, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya adalah 1. Buat perkiraan untuk area yang akan Anda gunakan sebagai taman bermain Ukur dan tentukan lokasi taman bermain untuk buah hati Anda. Pertimbangkan pula apakah taman ini akan ditempatkan di samping atau belakang rumah. Pilih lokasi yang aman dan dan mudah dipantau dari dalam rumah. 2. Letakkan setiap wahana permainan sesuai sketsa yang telah ditentukan letakkan setiap wahana permainan sesuai rancangan yang sudah ditentukan – bermain outdoor Setelah landscape taman bermain sudah dibuat sesuai sketsa awal, tempatkan fasilitas permainan sesuai posisinya. Letakkan wahana permainan satu demi satu dan pisahkan antar jenis permainan tersebut supaya tidak saling berdekatan. Beri jarak beberapa meter supaya anak Anda dan teman-temannya bisa bergerak leluasa di sana. 3. Berikan peneduh Sebaiknya Anda memberikan naungan di antara tempat bermain. Idealnya naungan tersebut berupa pohon peneduh atau kanopi. Peneduh ini bermanfaat untuk melindungi buah hati Anda dari terik matahari atau hujan. 4. Pasang setiap jenis permainan sesuai instruksi Karena kebanyakan wahana bermain bertipe bongkar pasang, maka sebelum dapat digunakan, wahana permainan tersebut harus dipasang dengan mengikuti petunjuk yang telah disediakan. Hal ini untuk menghindari resiko kecelakaan saat bermain bagi buah hati Anda. Bila wahana permainan tersebut terbuat dari bahan besi, pastikan antar penghubung besi-besinya telah dikaitkan cukup kuat supaya aman ketika digunakan. Manfaat Area Bermain Outdoor Bagi Anak Bermain di area outdoor dapat mengembangkan otak dan saraf motoriknya. Adapun manfaat lain yang di dapatkan anak jika belajar di luar ruangan yaitu 1. Menstimulasi Kinerja Motorik Anak yang bermain di area outdoor bisa bebas berlari, memanjat, melompat, atau aktivitas fisik lainnya. Ini berdampak baik untuk anak karena dapat melatih kekuatan otot dan keseimbangan tubuh. Selain itu, bermain di ruangan outdoor juga baik untuk pertumbuhan tulang dan vitamin D karena akan terpapar sinar matahari. Sinar matahari dapat berfungsi untuk mengaktifkan kelenjar pineal yang mampu mendorong otak untuk menghasilkan serotonin. Serotonin merupakan zat yang dapat bermain untuk meningkatkan suasana hati dan energi seseorang jadi lebih bahagia. Anak jadi lebih gembira, tertawa lapas, dan bersemangat. 2. Merancang Imajinasi dan Kreativitas Anak Bermain di luar ruangan sangat menyenangkan bagi anak-anak. Ini dikarenakan anak bisa melihat warna-warni alam, menyentuh barang baru, bahkan mencium dan mendengarkan suara yang berbeda sehingga berdampak baik untuk kinerja indera secara keseluruhan. Pengenalan dunia luar dapat memicu bertambahnya ilmu pengetahuan bagi anak dan mendorong kemampuan imajinasi anak. 3. Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak yang memilih area bermain outdoor mempunyai manfaat untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi dan kerjasama anak. Anak berkomunikasi dan mengantre bergantian dengan teman sebayanya. Interaksi ini dapat berupa macam-macam gagasan dan melatih mendengarkan orang lain atau menghadapi konflik yang muncul saat bermain. Proses mengatasi tantangan dalam permainan di luar ruangan dapat meningkatkan keterampilan sosial anak. 4. Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak-anak yang mempunyai rasa minder dan malu yang besar dengan memanfaatkan area bermain outdoor . Anak dapat lebih percaya diri karena akan merasa bangga dapat menyelesaikan sesuatu yang menurutnya tidak dapat dilakukan. Selain itu, dapat membantu anak dalam mengatasi masalah psikologis seperti kegelisahan, stres, dan depresi. Anak juga akan terampil sekali dalam bergerak seperti berjalan, berlari, dan melompat. Ia lebih percaya diri untuk melakukan hal-hal di luar kebiasaan tanpa dimarahi oleh orang tuanya. Anak bebas untuk mengekspresikan emosionalnya yang sulit untuk diekspresikan di rumah. 5. Meningkatkan Kesehatan Fisik Anak yang bermain di luar ruangan dapat meningkatkan kekuatan otot. Anak akan berlari kesana kemari dengan bebas, dengan begitu anak akan mudah berkeringat dan membakar lemak jahat. Ini juga sangat baik untuk anak Anda yang mempunyai berat badan berlebih. Selain itu,bermain di luar ruangan juga dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah yang akan berdampak baik dalam meningkatkan harapan hidup anak. 6. Melatih Tanggung Jawab Saat ini Anda sebagai orang tua tidak perlu lagi menggunakan cara kuno agar anak mampu bertanggungjawab. Anda hanya perlu membiasakan anak untuk bersentuhan dengan alam. Bermain di alam dapat membuat anak belajar menerapkan cinta kasih terhadap makhluk lain, menyayangi hewan, dan peduli lingkungan. Anak yang sering menggunakan area bermain outdoor juga dapat mengontrol dirinya sendiri dan membiasakan diri untuk mengatur sesuatu dengan baik. Misalnya bagaimana cara anak dapat berjalan tanpa jatuh, bagaimana bermain sepeda tanpa jatuh, dan lain sebagainya. Kegiatan itu dapat dilakukan karena anak dapat mengontrol dirinya sendiri. 7. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anda yang memanfaatkan area bermain outdoor untuk pendidikan informal bagi anak ternyata dapat meningkatkan kemampuan bahasa. Bermain dengan teman sebaya dapat meningkatkan komunikasi dengan temannya. Ini berbeda dengan anak yang hanya bermain di rumah saja, anak akan menjadi pendiam dan pasif. Anak akan dilatih untuk mengutarakan keinginannya pada orang lain saat berada di luar rumah. 8. Mencegah Rabun Jauh Aktivitas outdoor dapat mencegah terjadinya rabun jauh. Anak yang menggunakan area bermain outdoor dapat mencegah miopi sebanyak 50% jika menghabiskan 1 jam dalam sehari di luar ruangan. Miopi sendiri merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan anak tidak mampu melihat objek dalam jarak jauh. Faktor memicu terjadinya miopi adalah sering bermain gawai atau TV terlalu dekat. Apabila anak sering bermain di luar ruangan, anak akan melihat alam dan menjauhkan gawai dari kebiasaannya. Dengan begitu, anak akan terhindar dari rabun jauh bahkan bisa menyembuhkan rabun jauh yang belum terlalu parah. Selamat mencoba. Demikian ulasan kami tentang cara membangun area bermain outdoor untuk buah hati Anda, Anda juga bisa membaca artikel kami tentang desain taman bermain outdoor yang cocok untuk buah hati Anda. Semoga bermanfaat. ls editted by AL270121, 16/07/2022 by diminimalis.
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kapada Allah SWT dan Alhamdulillah saya telah menyelesaikan makalah ini sebagai salah satu tugas mata kuliah Statistik yang berjudul “Pengelolaan Lingkungan Belajar Indoor dan Outdoor”. Suatu kebahagiaan bagi saya apabila kami dapat mempersembahkan makalah ini sebagai tugas mandiri kepada bapak, namun saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun menjadi kekuatan saya untuk menjadi lebih baik dalam persembahan tugas berikutnya. Semoga tugas yang kami buat dapat bermanfaat, khususnya bagi saya yang membuat dan umumnya bagi kita semua, amin. Garut, Maret 2016 DAFTAR ISI Kata pengantar………………………………………………………………………………...…i Daftar isi…………………………………………………………………………………………ii BAB I PENDAHULUAN………………………………...………………………………………………1 A. Latar belakang……………………………………………………………………………..1 B. Rumusan masalah……………………………...………………………………………….1 C. Tujuan………………………………………...…………………………………………...1 BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………...……………………..2 1. Pengertian pengelolaan lingkungan belajar……………………………………………….2 2. Lingkungan belajar indoor……………………………………….………………………..4 3. Sarana dan Prasarana Menurut Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009...............................8 4. Lingkungan belajar outdoor ……………………………..………………………………..9 5. Tujuan anak belajar outdoor………………………...…………………………………...12 BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………..14 A. Kesimpulan…………………………………………………………………………….14 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Berbagai hal yang mempengaruhi hasil belajar anak usia dini, salah satunya adalah kondisi lingkungan belajar yang kondusif. Oleh karena itu, peranan guru sangatlah penting dalam pengelolaan lingkungan belajar. Pengelolaan lingkungan belajar yang kondusif akan mendorong anak untuk belajar dengan tenang dan berkonsentrasi. Pengelolaan lingkungan belajar yang baik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. pengelolaan lingkungan belajar dapat diartikan sebagai suatu proses mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai komponen lingkungan yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku anak sehingga dapat terfasilitasi secara optimal. Karena permasalahan tersebut kali ini saya ingin membahas pengelolaan lingkungan belajar outdoor dan indoor dan mempelajari bagaimana cara pengelolaanya agar anak didik kita dapat tumbuh kembang baik secara fisik motorik, kognitif ataupun sosialisasi anak. B. Rumusan masalah 6. Apa pengertian pengelolaan lingkungan belajar ? 7. Bagaimana lingkungan belajar indoor ? 8. Bagaimana Sarana dan Prasarana Menurut Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 ? 9. Bagaimana lingkungan belajar outdoor ? 10. Apa tujuan anak belajar outdoor ? C. Tujuan 1. Mengetahui apa pengertian pengelolaan lingkungan belajar 2. Mengetahui bagaimana lingkungan belajar indoor 3. Memahami bagaimana Sarana dan Prasarana Menurut Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 4. Mengetahui Bagaimana lingkungan belajar outdoor 5. memahami tujuan anak belajar outdoor BAB II PEMBAHASAN pengelolaan lingkungan belajar Pengelolaan berasal dari kata kelola yang mendapat imbuhan pe dan akhiran an yang mempunyai arti ketatalaksanaan, tata pimpinan, atau bisa disebut juga memenejemen. Menurut suharsimi arikunto19902 pengelolaan adalah pengadministrasian, pengaturan, atau penataan suatu kegiatan. Sedangkan lingkungan belajar adalah suatu tempat yang berfungsi sebagai wadah atau lapangan terlaksananya proses belajar mengajar atau pendidikan. Tanpa adanya lingkungan, pendidikan tidak dapat berlangsung. Menurut Huta barat 1986 lingkungan belajar yaitu lingkungan yang alami dan lingkungan sosial, lingkungan alami meliputi keadaan suhu dan kelembaban udara, sedangkan lingkungan sosial dapat berwujud manusia. Menurut dun dan dun 1999 kondisi belajar atau lingkungan belajar dapat mempengaruhi konsentrasi dan penerimaan informasi bagi siswa, jadi lingkungan belajar adalah lingkungan alami yang diciptakan oleh guru atau orang lain yang bisa menambah konsentrasi siswa dan pengetahuan siswa secara efisien. Proses pembelajaran bisa berlangsung pada banyak lingkungan yang berbeda, tidak hanya terikat pada ruang kelas akan tetapi bisa pada lingkungan umum seperti masjid, museum, lapangan dan juga bisa berlangsung di sarana dan prasarana sekolahan. Secara keseluruhan istilah pengelolaan lingkungan belajar dapat diartikan sebagai suatu proses mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai komponen lingkungan yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku anak sehingga dapat terfasilitasi secara optimal. Pengelolaan belajar dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian , yaitu lingkungan fisik dan lingkungan non-fisik. Lingkungan fisik merupakan suatu tempat atau suasana keadaan terdiri dari objek, materi dan ruang yang mempengaruhi pertumbuhan manusia. Lingkungan fisik terdapat 2 jenis lingkungan yaitu lingkungan indoor dan outdoor. belajar indoor Sesuai dengan karakteristiknya, masa usia dini disebut masa peka. Pada masa ini anak sangat sensitif atau sangat peka terhadap sesuatu di sekitarnya sehingga pada masa ini merupakan saat yang paling tepat bagi anak untuk menerima respons atau rangsangan yang diberikan oleh lingkungannya. Dengan demikian, lingkungan sebagai unsur yang menyediakan sejumlah rangsangan perlu mendapat perhatian dan perlu diciptakan sedemikian rupa, agar menyediakan objek- objek sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Untuk itu, dibutuhkan perencanaan yang matang. Ketepatan lingkungan belajar secara langsung maupun tidak langsung akan sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar yang akan dicapai anak. Idealnya dalam pengelolaan lingkungan belajar adalah penggabungan dari dua hal, guru yang superior yaitu memadai dalam pengetahuan dan pengalamannya, dilengkapi ruangan dengan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan dan minat anak. Ms. Johnson dalam Luluk Asmawati, 2014 mempunyai pandangan yang ekstrim yaitu, pada kenyataannya seorang anak akan lebih tertarik pada lingkungan kelas dan pembelajaran tertentu yang membutuhkan tantangan untuk membuat kegiatan sehari- hari berjalan dengan menyenangkan. Pendapat ini menunjukkan bahwa, faktor lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membedakan kualitas program di lembaga PAUD, oleh karena itu guru harus berhati-hati dalam merencanakan dan mengorganisir ruang kelas dan peralatannya. Pandangan konstruktivis yang dimotori oleh dua orang ahli psikologi yaitu Jean Piaget dan Lev Vigotsky berasumsi bahwa anak adalah pembangun pengertian yang aktif. Anak mengonstruksi/ membangun pengetahuannya berdasarkan pengalamannya. Pengetahuan tersebut diperoleh anak dengan cara membangun sendiri secara aktif melalui interaksi yang dilakukannya dengan lingkungan. Para ahli konstruktivis meyakini bahwa pembelajaran terjadi saat anak memahami dunia di sekeliling mereka. Pembelajaran menjadi proses interaktif yang melibatkan teman sebaya anak, orang dewasa dan lingkungan. Anak membangun pemahaman mereka sendiri terhadap dunia. Mereka memahami apa yang terjadi di sekeliling mereka dengan menyintesis pengalaman- pengalaman baru dengan berbagai hal yang telah mereka pahami sebelumnya. Pendekatan konstruktivis ini menekankan pada pentingnya keterlibatan anak dalam proses pembelajaran. Untuk itu maka guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, akrab, dan hangat melalui kegiatan bermain maupun berinteraksi dengan lingkungan sehingga dapat merangsang partisipasi aktif dari anak Panduan National Association Education for the Young Children NAEYC dalam bukunya Developmentally Appropriate Practice DAP1991 menyatakan bahwa anak- anak pada semua usia membutuhkan periode tanpa interupsi untuk melakukan berbagai kegiatan yang meliputi investigasi dan kegiatan pilihan dikutip dari Luluk Asmawati, 2014 Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam merencanakan kegiatan pilihan bagi anak adalah menyiapkan lingkungan belajar dengan berbagai kegiatan pilihan yang merangsang dan menantang meskipun bukan berarti harus dengan peralatan yang lengkap. Persiapan dan pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan perkembangan anak, para penanggung jawab biasanya mulai dari peralatan dan persediaan dan hal lainnya yang tercakup, sering kali harus membuat keputusan secara hati- hati, seperti berikut ini. a. Memilih dan menyediakan beberapa peralatan dan persediaan yang sesuai perkembangan b. Menata peralatan dan persediaan dalam cara terorganisasi c. Menciptakan jadwal harian secara rutin dan konsisten dengan masa transisi yang fleksibel Contoh kegiatan pembelajaran anak indoor NO NAMA SISWA JENIS KELAMIN 1 ALFACHRIZY L 2 BAYU ADITIO L 3 ENDRIO L 4 ARSYIL L 5 RAFA AKMAL L 6 RAHSYA L 7 RIZKY M ILHAM L 8 ABIL AHMAD L 9 SHIFA P 10 SEASILK P 11 HASNA P 12 KAYLA P 13 MAUDY P 14 RANIA P 15 ZULFA P JENIS KELAMIN JUMLAH RELATIF p 7 l 8 15 100% Data siswa yang mampu dalam hafalan JENIS KELAMIN JUMLAH RELATIF HAFALAN JUMLAH RELATIF p 7 P 7 47% l 8 L 8 53% 15 100% 15 100% Data siswa yang mulai berkembang dan sudah berkembang dalam pembelajaran IQRA JENIS KELAMIN JUMLAH RELATIF HAFALAN JUMLAH RELATIF IQRA MB BERKEMBANG JUMLAH RELATIF p 7 P 7 47% P 4 3 7 47% l 8 L 8 53% L 5 3 8 53% 15 100% 15 100% 9 6 15 100% C. Sarana dan Prasarana Menurut Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 Standar Sarana dan Prasarana adalah perlengkapan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan. Pengadaan sarana dan prasarana perlu disesuaikan dengan jumlah anak, kondisi sosial, budaya, dan jenis layanan PAUD. 1. Prinsip a. Aman, nyaman, terang, dan memenuhi kriteria kesehatan bagi anak. b. Sesuai dengan tingkat perkembangan anak. c. Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, termasuk barang limbah/bekas layak pakai. 2. Persyaratan a. PAUD Jalur Pendidikan Formal 1 Luas lahan minimal 300 m2. 2 Memiliki ruang anak dengan rasio minimal 3 m2 per peserta didik, ruang guru, ruang kepala sekolah, tempat UKS, jamban dengan air bersih, dan ruang lainnya yang relevan dengan kebutuhan kegiatan anak. 3 Memiliki alat permainan edukatif, baik buatan guru, anak, dan pabrik. 4 Memiliki fasilitas permainan baik di dalam maupun di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep. 5 Memiliki peralatan pendukung keaksaraan. b. PAUD Jalur Pendidikan Nonformal 1 Kebutuhan jumlah ruang dan luas lahan disesuaikan dengan jenis layanan, jumlah anak, dan kelompok usia yang dilayani, dengan luas minimal 3 m2 per perseta didik. 2 Minimal memiliki ruangan yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas anak yang terdiri dari ruang dalam dan ruang luar, dan kamar mandi/jamban yang dapat digunakan untuk kebersihan diri dan BAK/BAB toileting dengan air bersih yang cukup. 3 Memiliki sarana yang disesuaikan dengan jenis layanan, jumlah anak, dan kelompok usia yang dilayani. 4 Memiliki fasilitas permainan baik di dalam dan di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep. 5 Khusus untuk TPA, harus tersedia fasilitas untuk tidur, mandi, makan, dan istirahat siang D. Lingkungan belajar outdoor Ada dua alasan penting mengapa bermain outdoor diperuntukkan anak usia dini. Pertama, banyak kemampuan anak yang harus dikembangkan dan didapatkan. Kedua, kebiasaan orang tua yang menjauhkan bermain outdoor dari anak-anak dan lebih memilih menggunakan komputer dan menonton televisi, orang tua yang sibuk dan terlalu lelah dengan aktivitasnya, serta standar pendidikan yang tinggi dan ketat menyebabkan anak jauh dari kegiatan bermain. Bermain outdoor sangat menyenangkan dan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal yang paling penting dari penataan lingkungan outdoor adalah anak mendapatkan pengalaman yang unik. Misalnya, science, yang datang dengan sendirinya secara natural, yaitu bereksplorasi dan mengobservasi dengan tangannya sendiri. Anak dapat melihat tanaman-tanaman tumbuh dan mengikuti perubahan musim. Anak-anak melihat tentang perubahan warna, memegang kulit kayu sebatang pohon, mendengar suara jangkrik atau mencium udara setelah hujan turun, anak-anak menggunakan semua perasaan mereka untuk belajar tentang dunianya. Seni, musik, membaca, bermain peran, bermain konstruktif, bermain sosial dan boneka juga dapat dibawa ke dalam semua area outdoor. Tempat yang besar adalah salah satu ciri dari lingkungan outdoor menjadi sempurna bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan otot-otot besar, misalnya berlari dan memanjat. Menggunakan perlengkapan di area bermain juga dapat meningkatkan ketahanan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Dalam creative curriculum, lingkungan bermain outdoor adalah hal yang memerlukan perhatian yang sama dengan kegiatan di dalam kelas. Hal ini berarti bahwa berbagai pengembangan dipelajari sosial-emosional, kognitif, dan fisik yang dimasukkan dalam kegiatan indoor juga masuk dalam kegiatan outdoor. Data siswa dan jenis pembelajaran yang disukai JENIS KELAMIN JUMLAH RELATIF INDOOR OUTDOOR JUMLAH RELATIF p 7 2 5 10 l 8 3 5 8 15 100% 5 10 18 E. Tujuan anak belajar outdoor 1. Tujuan Perkembangan Sosial Emosional a. Mendemonstrasikan kemampuan sosial dengan membantu merawat taman, berpartisipasi dalam permainan bersama teman sebaya. b. Berunding dan kompromi serta kooperatif dengan sesama teman dalam menggunakan peralatan yang ada di arena bermain, berbagi alat-alat seni, bermain kelompok. c. Mengekspresikan kreativitas, dengan membuat berbagai benda seni. mengembangkan permainan baru. d. Mempertinggi rasa percaya diri mampu belajar untuk menggunakan motorik halus dan motorik kasar. e. Menambah kemandirian, seperti mendaki sendiri atau turun dengan menggunakan tali tanpa bantuan. f. Menunjukkan prestasi yang dibanggakan, seperti memperlihatkan kekuatan fisik, membawa hewan peliharaan, membawa tumbuhan yang ditanam dari bibit. 2. Tujuan Perkembangan Kognitif. a. Membuat keputusan memilih sebuah aktivitas outdoor. b. Merencanakan dan memiliki banyak ide bermain games, membangun balok, melakukan permainan tukang kayu, membuat karya seni, menanam pohon. c. Memecahkan masalah membuat terowongan di bukit pasir, dapat bermain dari satu alat permainan ke alat permainan lainnya. d. Menggali pengalaman melalui berbagai peran, seperti menjadi sopir ambulans, mengecat pagar dengan air, mencuci boneka atau menghidangkan makanan. e. Dapat bekerja sama bermain pasir bersama dengan menambahkan sedikit air, berkejar-kejaran hingga menjadi basah. f. Belajar science berjalan di alam terbuka, mengamati pertumbuhan tanaman, memperhatikan hewan-hewan yang ada di alam bebas. g. Mengembangkan pemahaman konsep awal matematika menghitung lompatan atau loncatan, menghitung jarak, mengukur tinggi pohon. h. Memperkaya kosakata bercakap-cakap di bak pasir atau pada saat menjadi tukang kayu, memberikan nama baru pada tanaman, binatang dan benda-benda yang ditemukan di alam terbuka. 3. Tujuan Perkembangan Fisik a. Mengembangkan motorik kasar mendaki, bergelayutan, melompat, loncat tali dan berlari-lari. b. Mengembangkan motorik halus bermain dengan air dan pasir, menggambar, melukis, mengumpulkan benda-benda kecil. c. Menambah koordinasi gerakan dengan mata dan tangan menangkap, melempar, pekerjaan tukang kayu, menghias sisi jalan dengan kapur. d. Mengatur keseimbangan mendaki, berayun, meluncur, menggunakan balok untuk berlatih keseimbangan, menggunakan alat pelontar, melompat-lompat, berjalan di atas permukaan yang berbeda. e. Menambah kesadaran akan ruang dan tempat berayun, mendaki, menurun, masuk, keluar, di atas dan di bawah. f. Menunjukkan ketekunan dan ketahanan, bermain pada area mendaki, menancapkan ujung kuku pada pohon. Prinsip – prinsip dalam pengelolaan lingkungan merefleksikan selera anak child’s tastes 1 Dari sudut aktivitas yang disediakan 2 Dari sudut dukungan fasilitas lingkungan belajar dapat sesuai dengan selera anak, baik itu berkenaan dengan pilihan warna, pilihan bentuk, pilihan ukuran, pilihan bahan, maupun berkenaan dengan variasi pilihan. b. Prinsip berorientasi pada optimalisasi perkembangan dan belajar anak Prinsip-prinsip pembelajaran terpadu, pembelajar sepanjang hayat, quantum learning, pendekatan belajar melalui bermain, pengorganisasian pesan-pesan pembelajaran. c. Prinsip berpijak pada efisiensi pembelajaran Guru menguasai ruang lingkup pembelajaran, menguasai berbagai cara mengaktifkan anak yang mendidik dan bermakna, menguasai karakteristik perkembangan anak, kemampuan dalam mengendalikan dirinya sendiri secara baik. Prinsip Penataan Area Bermain Outdoor Pada Anak Usia Dini 1. Memenuhi Aturan Keamanan 2. Melindungi dan Meningkatan Karakteristik Alamiah Anak 3. Desain Lingkungan Luar Kelas Harus Didasarkan pada Kebutuhan Anak 4. Secara Estetis Harus Menyenangkan BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Pengelolaan berasal dari kata kelola yang mendapat imbuhan pe dan akhiran an yang mempunyai arti ketatalaksanaan, tata pimpinan, atau bisa disebut juga memenejemen. Menurut suharsimi arikunto19902 pengelolaan adalah pengadministrasian, pengaturan, atau penataan suatu kegiatan. Sedangkan lingkungan belajar adalah suatu tempat yang berfungsi sebagai wadah atau lapangan terlaksananya proses belajar mengajar atau pendidikan. Tanpa adanya lingkungan, pendidikan tidak dapat berlangsung. Menurut Huta barat 1986 lingkungan belajar yaitu lingkungan yang alami dan lingkungan sosial, lingkungan alami meliputi keadaan suhu dan kelembaban udara, sedangkan lingkungan sosial dapat berwujud manusia. Menurut dun dan dun 1999 kondisi belajar atau lingkungan belajar dapat mempengaruhi konsentrasi dan penerimaan informasi bagi siswa, jadi lingkungan belajar adalah lingkungan alami yang diciptakan oleh guru atau orang lain yang bisa menambah konsentrasi siswa dan pengetahuan siswa secara efisien. Persiapan dan pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan perkembangan anak, para penanggung jawab biasanya mulai dari peralatan dan persediaan dan hal lainnya yang tercakup, sering kali harus membuat keputusan secara hati- hati, seperti berikut ini. a. Memilih dan menyediakan beberapa peralatan dan persediaan yang sesuai perkembangan b. Menata peralatan dan persediaan dalam cara terorganisasi c. Menciptakan jadwal harian secara rutin dan konsisten dengan masa transisi yang fleksibel. Pengadaan sarana dan prasarana perlu disesuaikan dengan jumlah anak, kondisi sosial, budaya, dan jenis layanan PAUD. 1. Prinsip a. Aman, nyaman, terang, dan memenuhi kriteria kesehatan bagi anak. b. Sesuai dengan tingkat perkembangan anak. c. Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar, termasuk barang limbah/bekas layak pakai. 2. Persyaratan a. PAUD Jalur Pendidikan Formal 1 Luas lahan minimal 300 m2. 2 Memiliki ruang anak dengan rasio minimal 3 m2 per peserta didik, ruang guru, ruang kepala sekolah, tempat UKS, jamban dengan air bersih, dan ruang lainnya yang relevan dengan kebutuhan kegiatan anak. 3 Memiliki alat permainan edukatif, baik buatan guru, anak, dan pabrik. 4 Memiliki fasilitas permainan baik di dalam maupun di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep. 5 Memiliki peralatan pendukung keaksaraan. b. PAUD Jalur Pendidikan Nonformal 1 Kebutuhan jumlah ruang dan luas lahan disesuaikan dengan jenis layanan, jumlah anak, dan kelompok usia yang dilayani, dengan luas minimal 3 m2 per perseta didik. 2 Minimal memiliki ruangan yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas anak yang terdiri dari ruang dalam dan ruang luar, dan kamar mandi/jamban yang dapat digunakan untuk kebersihan diri dan BAK/BAB toileting dengan air bersih yang cukup. 3 Memiliki sarana yang disesuaikan dengan jenis layanan, jumlah anak, dan kelompok usia yang dilayani. 4 Memiliki fasilitas permainan baik di dalam dan di luar ruangan yang dapat mengembangkan berbagai konsep. 5 Khusus untuk TPA, harus tersedia fasilitas untuk tidur, mandi, makan, dan istirahat siang. Ada dua alasan penting mengapa bermain outdoor diperuntukkan anak usia dini. Pertama, banyak kemampuan anak yang harus dikembangkan dan didapatkan. Kedua, kebiasaan orang tua yang menjauhkan bermain outdoor dari anak-anak dan lebih memilih menggunakan komputer dan menonton televisi, orang tua yang sibuk dan terlalu lelah dengan aktivitasnya, serta standar pendidikan yang tinggi dan ketat menyebabkan anak jauh dari kegiatan bermain. Tujuan anak belajar outdoor 1. Tujuan Perkembangan Sosial Emosional 2. Tujuan perkembangan kognitif 3. Tujuan perkembangan fisik. DAFTAR PUSTAKA
Perkembangan pada anak usia dini sangat penting untuk perkembangan selanjutnya hingga anak tumbuh dewasa, sehingga dibutuhkan berbagai pengalaman yang baik dan positif untuk perkembangannya sejak dini. Salah satu alternatif agar anak mendapat banyak pengalaman dari pendidikannya adalah dengan mengikuti pembelajaran outdoor. Sebagaimana yang dijelaskan Sianturi & Elan, 2021 bahwa bermain outdoor sangat menyenangkan dan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, dalam pembelajaran outdoor ini anak akan mendapatkan pengalaman yang unik. Misalnya science yang dating dengan sendirinya dengan melalui tangan dan observasi dari anak itu sendri, mereka juga akan mendengar segala macam suara hewan yang ada disekitarnya, mengenal bentuk bunga dan berbagai metuk hewan, mengenal warna dari berbagai tumbuhan dan lain sebagainya. Hal tersebut akan menambah wawasan yang sebelumnya anak tidak tahu sedikitpun.
Cara Menata Lingkungan/ Ruang Belajar di Dalam Indoor PAUD –Lingkungan belajar, baik di dalam maupun di luar mempengaruhi apa dan bagaimana anak belajar. Lingkungan yang mengundang; mendorong dan membantu anak bereksplorasi, bereksperimen; memanipulasi benda dan alat main secara bermakna, menyenangkan, dan menantang kemampuan berpikir mereka membuat kegiatan pembelajaran menjadi semakin menyenangkan. Prinsip Menata Lingkungan/ Ruang Belajar di Dalam Indoor PAUD Penataan ruangan memperhatikan kebebasan anak bergerak, dengan memperhatikan Kelompok usia anak bayi, batita, atau prasekolah Jumlah anak yang akan dilayani , kebutuhan gerak setiap anak 3 m2 di luar yang terpakai loker, dan perabotan lainnya Lamanya anak dilayani di lembaga PAUD Dapat digunakan oleh berbagai kegiatan Antarruang kegiatan dibatasi oleh loker setinggi anak saat berdiri agar dapat diobservasi oleh guru secara menyeluruh Penataan ruangan memfasilitasi anak bermain sendiri, kelompok kecil, dan kelompok besar Aman, bersih, nyaman, dan mudah diakses oleh anak yang berkebutuhan khusus Mudah untuk dikontrol dapat dipantau secara keseluruhan Sentra balok dan sentra main peran saling berdekatan Sentra seni dengan sentra main bahan alam berdekatan Buku ditempatkan di setiap sentra atau di tempat tertentu yang mudah dijangkau semua anak. Sentra musik dan gerak lagu di tempat pijakan sebelum main tempat semua anak berkumpul. Sentra disusun lebih fleksibel agar dapat diubah sesuai dengan kebutuhan Cahaya, sirkulasi udara, sanitari, lantai/karpet bebas dari kutu, jamur, dan debu. Penggunaan cat tembok dan kayu tidak mudah luntur saat dipegang anak. Lantai tidak berbahan licin dan harusnya mudah dibersihkan. Stop kontak tidak mudah dijangkau anak. Pegangan pintu setinggi jangkauan anak, kecuali pintu pagar setinggi jangkauan orang dewasa Dinding sebaiknya tidak dilukis permanen. Warna perabot dan dinding menggunakan warna natural Bebas dari asap rokok, bahan pestisida, dan toxin. Bebas dari bahan yang mudah terbakar atau rapuh. Tips Menata APE Indoor Dalam Ruangan, KLIK DISINI Bagaimana Memilih Furnitur? Meja dan kursi untuk anak disesuaikan dengan ukuran anak, baik berat maupun ukurannya. Penyesuaian ukuran dengan kemampuan anak dimaksudkan agar anak nyaman menggunakannya, menghindari kecelakaan karena kesulitan anak menggunakannya. Di samping itu, anak dapat dilibatkan untuk turut membereskan meja – kursi apabila ruangan akan digunakan kegiatan lain yang tidak membutuhkan pemakaian meja dan kursi. Ujung meja dan kursi anak berbentuk tumpul tidak runcing. Loker tempat menyimpan alat main anak dan buku-buku bacaan anak setinggi jangkauan anak digunakan sebagai pemisah sentra bermain. Bila kursi plastik yang dipilih, pastikan cukup kokoh dan tidak licin bila ditempatkan di atas lantai. Bila alat furnitur yang dipilih berbahan kayu, pastikan cat yang digunakan aman bagi anak, tidak berbau, tidak mengandung toxin atau racun. Perhatikan permukaan furnitur kayu. Permukaan kayu yang kasar dapat melukai anak Apa yang Diperhatikan dalam Menempatkan Toilet? Toilet termasuk prasarana vital yang harus dimiliki satuan PAUD. Tempat ini harus dirancang dan dirawat dengan baik, karena selain untuk pembelajaran anak, tempat ini memudahkan penyebaran virus atau bakteri. Oleh karena itu, untuk toilet yang bersih harusnya memenuhi unsur berikut Toilet anak terpisah dengan toilet dewasa. Untuk toilet anak tidak memerlukan slot kunci. Pintu toilet anak cukup setengah badan. Ruangan toilet dekat dengan kegiatan anak agar mudah terawasi oleh guru. Tersedia air bersih yang bisa diakses anak secara mandiri. Tersedia sarana pembersih sabun cair dan pengering tangan tissue untuk pembiasaan pola hidup bersih dan sehat. Tersedia tempat pembuangan benda kotor. Lantai diusahakan selalu kering agar tidak licin dan bebas dari bau. Ukuran alat fasilitas kebersihan sanitary sesuai dengan ukuran anak agar anak dapat menggunakan dengan mudah dan mampu membersihkannya sendiri dengan mudah pula. Pencahayaan ruang toilet cukup baik dengan sirkulasi udara yang baik pula agar tidak mudah tumbuh jamur dan bau. Semua alat dan sanitary di ruang mandi selalu terjaga kebersihannya KLIK DISINI, Cara Menata Lingkungan Belajar LUAR RUANGAN Outdoor PAUD Portal pendidikan anak usia dini no. 1 di Indonesia, Kurikulum dan pembelajaran PAUD terbaru. Follow sosial media kami.
lingkungan bermain indoor dan outdoor